Sumpal Kuping

its written to be read

just a mumble mumble

Filed under: Uncategorized — capitano at 9:21 am on Saturday, November 17, 2007

 

Ada sebuah pertanyaan yang terlintas di benak saya, Mengapa film yang digarap dengan bentuk mendekati kenyataan (close to reality), meskipun dengan ide-ide besar, kurang mendapat sambutan setidaknya di Indonesia?

Mari kita lihat mata rantainya, mari kita bongkar polamya.

In my opinion :

  • Life is absurd (absurd=kenyataan yang menjemukan) and people are bored with that

  • Terlalu banyak kejemuan yang mereka temui tiap hari dan dimana-mana, disekitarnya, dan di dalam tubuh mereka pun banyak hal yang absurd.

  • Adanya Rasputin modern dari home produksi yang cerdik memanfaatkan situasi (Rasputin=tokoh Rusia)

Mari kita breakdown my concept

Absurd. Kata yang membuat kita berkata “aduh”. What is absurd?

Kenyataan sering menjemukan, mengerikan, menyakitkan, menyebalkan, menyenangkan, indah, kejam, ketat. Dari kata-kata yang saya ungkapkan sebagai ekspresi saya terhadap “kenyataan”, berapa hal yang (bisa disebut) baik / positif dan berapa yang negatif? (anda bisa mencoba sendiri untuk mengetahui anda bersikap positif / negatif terhadap kehidupan yang anda alami)

Saya menemui “kenyataan” setiap hari, setiap saat, tidak bisa saya hindari selamanya, dan pasti anda juga, entah baik atau buruk.

Sekarang, setidaknya di sekitar saya, banyak yang merasa jemu (entah mereka sadari atau tidak) dengan kehidupan mereka juga karena banyak faktor, kebanyakan karena hidup yang monoton, merasa kekurangan hiburan, dan ide-ide mereka sendiri.

Mulai dari sinilah terjadi apa yang dikatakan Albert Camus, Nietzsche dan kebanyakan tokoh eksistensialis. Mereka berusaha survive, karena jika tidak mereka akan mati. Dalam artian mati pola pikir dan daya hidupnya.

Naluri hewani manusia disini bertindak, hewan selalu merespon segala sesuatu yang dianggapnya membahayakan jiwanya. Manusia juga berlaku serupa baik disadarinya maupun tidak. (bukan berarti manusia merupakan evolusi hewan, hanya memiliki beberapa kesamaan)

Disini menurut saya manusia dalam menghadapi absurditasm juga melakukan naluri hewani tersebut, mereka mencoba survive, dengan apa? Ada yang lari, ada yang tidak dapat berbuat apa-apa dan ada yang menantangnya. Itu pilihan anda, setiap pilihan tentunya terserah pada setiap orang, dan setiap orang punya alasan dalam memilih, its their life anyway.

Dari sini pula Rasputin muncul bagi para orang untuk mengatakan apa yang orang-orang ingin dengarkan, bukan yang perlu didengarkan. Rasputin adalah penasihat Tsar Rusia Nicholas II dan Tsarina Alexandra, Rasputin adalah seorang penasehat yang Oportunist. Ia hanya menasehatkan hal-hal yang ingin mereka dengar meskipun itu merupakan bukan sebuah kebenarandan juga sebuah harapan palsu yang menyenangkan setiap yang mendengarnya. Itulah yang menjadikan Nicholas II dan Tsarina Alexandra menjadi pemimpin yang sangat dibenci rakyatnya.

Home produksi juga punya modus yang serupa, tidak sepenuhnya tentunya, mereka juga butuh untuk mengembalikan modal mereka dan yang terpenting thats make them live, its thier lifekeep. Tapi juga ada homeproduksi yang oportunist tepat seperti Rasputin.

Hasilnya tentu anda sudah bisa menduga, penonton dihadapkan pada film-film yang ingin anda dengar/anda nikmati atau film-film yang menyajikan kenyataan yang absurd pada anda? Its all about choosing your meme, both are part of memetics.

The nobelest question in the world is,

what good may i do in it?”

Benjamin Franklin

Memetics?

Filed under: Uncategorized — capitano at 2:54 pm on Sunday, November 11, 2007

banyak orang yang bisa mengekspresikan perasaannya, dirinya, emosinya. Banyak pula yang tidak bisa.

Ada banyak ekspresi, dalam berbagai macam bentuk dan tujuan. Banyak pula pengakuan yang tercipta dari ekspresi itu.

kenapa "banyak" sering saya gunakan? Karena hal ini sudah menjadi virus, virus, budaya, virus akal budi.

ya, bisa pula kita sebut dengan istilah "biasanya". Belum dapat kita nilai baik buruknya virus ini, dan saya kurang tertarik dengan hal itu. Yang menjadi keheranan saya, begitu cepatnya, begitu luasnya jangkauan virus ini.

Dalam bahasa yang paling mudah, kita gunakan istilah meniru. Dalam perkembangan manusia dan budaya, saya menemukan dua tempat sebagai ajang peniruan yang paling potensial.

Pertama, identifikasi perbuatan orang lain. Kedua, penjajahan budaya yang kuat terhadap yang lemah, banyak budayawan yang berteori, budaya yang kuat akan menggilas budaya yang lemah.

Dari teori saya, coba kita tarik pada realita yang ( tentunya anda juga sering) temui.

Curhat. dan mengasihani diri sendiri. Apa yang menyebabkan memang bisa dari beberapa faktor. Namun sekali lagi yang saya soroti adalah persebarannya. Kita lihat kedua perbuatan ini merambah mulai dari anak SD hingga presiden atau mungkin bahkan pada seorang bijak / filsuf.

Apakah ini virus? akankah berdampak pada kita?

Otak Beku

Filed under: Uncategorized — capitano at 10:34 am on Sunday, November 11, 2007

Sudah tiga minggu ini beku

banyak momen yang berkesan terjadi, banyak ide terhambur

banyak waktu terbuang, dasar malas

bukan, bukan malas

mungkinkah ini memang saatnya aku stagnan

tiga minggu tanpa menulis

ya ampun sangat tersiksa,

karena apa? tak tahu,

cuma puisi-puisi-puisi

tak maknakanmakananku

buntu, macet, mandul, impoten

mungkin dari wanita, ya aku memang sering bermasalah dengan wanita. Bahkan Hitler Butuh wanita untuk membantai yahudi.

Memang beberapa mengelak, menggantinya denganlaki-laki. Bukan Bodoh, bukan jorok. Mereka memang butuh.  Tapi tetap butuh kan

Achhh…. absurd

Filed under: Uncategorized — capitano at 1:56 am on Friday, November 9, 2007

Suicidal victim

Her words slowly jabbed into my brain

Who am i right now Been dying only by words

I’m no strong, powerless

my strength runs only by her words

My nerve was freezing

Im no longer a king

I want Rasputin beside me

Nor kill myself, i’m affraid of it

I’m a prisoner of my own cowardice

Such a poor platonist

It’s a risk to keep me alive

I’m affraid to die

though there is a life past death

look at my words

there’s only blood and flesh left in me

no one might help me

slowly i die, leave me for a good death